makh
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Opini » Cerdas Bermedsos Berbekal Emotional Quotient (EQ)

Cerdas Bermedsos Berbekal Emotional Quotient (EQ)

(606 Views) March 20, 2021 5:56 am | Published by | Comments Off on Cerdas Bermedsos Berbekal Emotional Quotient (EQ)

Oleh Nurjadid | Pendidik di MA Negeri Salatiga, Jawa Tengah

Baru baru ini jagad media sosial Indonesia dikejudkan dengan berita yang dilansir oleh banyak media, disampaikan oleh para pakar komunikasi, bahwa Indonesia menduduki peringkat terakhir mengenai tingkat kesopanan bermedia  sosial, khususnya di Asia Tenggara . Menurut Rustika Herlambang sebagai direktur komunikasi Indonesia Indikator, memburuknya indeks tersebut sudah mencapai 16 poin menjadi 76, stressornya banyak disebabkan oleh orang dewasa yang berselancar didunia maya dengan mengupload atau mengeshare hal-hal yang dianggap kurang sopan di jagad maya tersebut. Menurut paparan Bareskrim ciber crime Mabes Polri menyebutkan, bahwa biasanya Platform media sosial yang sering digunakan adalah Instagram  dan facebook.

Beberapa indikator memburuknya tingkat kesopanan pengguna bermedia  sosial warga +62 dimata dunia adalah diukur dengan meningkatnya aktivitas – aktivitas postingan negative seperti ;

Hoaxs, yang biasa dikenal dengan berita bohong atau informasi palsu, sebagai stressor yang menduduki rangking pertama, berdasarkan data kementerian komunikasi dan informasi (kemenkominfo) cukup memprihatinkan, yakni telah memblokir lebih dari 800.000 situs di Indonesia yang terindikasi hoaxs yang memicu keresahan dan saling mencurigai di masyarakat.

Hate speech, adalah ujaran kebencian yang biasanya cenderung barbau fitnah, hate speechmerupakan stressor  kedua dalam rangking rendahnya tingkat kesopanan bermedsos di Indonesia, menurut data kemenkominfo terpablis lebih dari 6.000 situs yang diblokir oleh pihak kementerian tersebut karena sangat- sangat mengandung ujaran kebencian.

Penipuan, Didunia maya merebaknya penipuan secara online, prostitusi online, pemerasan online, investasi online fiktif, terdeteksi bahwa data Kemen kominfo menyatakan lebih dari 192.000 penipuan online.

Diskriminasi . Pola ini memperlakukan orang lain yang berbasis suku dan ras masih cukup tinggi , berdasarkan riset Komnasham lebih dari 83,1 persen responden mengaku lebih senang dan nyaman hidup dengan etnis yang sama, dengan demikin masih cukup tinggi tingkat segregasi sosial, dan memiliki tingkat probibilitas yang cukup tinggi diskriminasi di masyarakat .

Bagaimana solusi untuk menekan angka rendahnya sopan santun bermedsos di Indonesia, yang jargonya berkepribadian timur namun pakta-pakta dilapangan berbanding terbalik, kalah dengan negara lain, maka ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan; yakni harus cerdas secara emosi, atau biasa dikenal dengan (emotional quotient) kecerdasan emosi, kematangan bersikap, membiasakan arif, bijak. Di dunia spiritual disebut akhlakul karimah, maka yang harus diperhatikan adalah bukankah Nabi Muhammad SAW diutus dalam rangka mega proyek menyempurnakan akhlaq yang mulia. Ini membuktikan bahwa Didalam kehidupan pada umumnya dan khususnya bermedia sosial tidak melulu hanya mengandalkan kecerdasan kognitif saja. Selain itu langkah kongkrit  solusi untuk mendongkrak kembali rangking sopan santun sebagai orang timur yang beradab dimata dunia umumnya dan khususnya di Asia Tenggara , diantar yakni:

Pertama, Hindari sembarangan memposting konten – konten. Dengan demikian Pahamilah , mengertilah , laksanakan, bahwa dunia akan mengetahui akun dan postingan, maka sebaiknya akan lebih bijak jika memilah -milah konten yang akan diposting. Karena itulah karakter emosi yang cerdas.

Kedua, Perhatikan dan lindungi data pribadi. Hindari menaruh data pribadi secara detail karena ciber crime semakin meningkat secara signifikan seiring kemajuan digital.

Ketiga, jaga adab , etika, sopan santun. Hindari memposting tulisan yang berbau sara dan saru, sebaiknya tidak menyakitkan , pilih diksi yang bijak, itulah pribadi -pribadi yang cerdas secara emosi, mempertimbangkan lingkungan pengguan medsos.

Keempat, hindari pola -pola nggumunan ( gampang percaya). Karena banyak nya informasi yang lalu lalang dimedsos, maka perlu disaring tingkat validitas kebenaran nya, untuk menghindari penipuan, dan juga berpengaruh terhadap mental health ( kesehatan mental ), kenapa ? Karena biasanya yang terupload dimedsos itu nampak kulit luarnya saja dan pembaca tidak tau yang sebenarnya atau realitas dikehidupan nyata. Individu yang cerdas adalah orang yang sadar, sehat mental dan sehat emosinya . Demikian tulisan ini semoga bermanfaat. Terimakasih 

Tags: , ,
Categorised in:

Comment Closed: Cerdas Bermedsos Berbekal Emotional Quotient (EQ)

Sorry, comment are closed for this post.