makh
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel » Optimalisasi Peran Wali Kelas dalam Pembelajaran Online di Era Covid-19

Optimalisasi Peran Wali Kelas dalam Pembelajaran Online di Era Covid-19

(1522 Views) October 3, 2020 2:41 am | Published by | Comments Off on Optimalisasi Peran Wali Kelas dalam Pembelajaran Online di Era Covid-19

Oleh: Yulian Istiqomah, S.Pd. | Guru MTsN 2 Bantul, DIY dan Pengurus PPIB

Bagaimana apabila pembelajaran dijalankan secara online tanpa guru harus tatap muka dengan siswa di kelas? Pertanyaan ini banyak diutarakan oleh nitizen[1], setelah pelantikan Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Pasalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang mendadak viral, Nadiem Anwar Makarim, adalah seorang pebisnis muda yang sukses di bidang jasa transportasi online. Hal inilah yang memicu wacana tentang pembelajaran online akan menjadi salah satu program pendidikan yang diduga akan diberlakukan di  Indonesia.

Hal tersebut tentu menuai pro dan kontra di kalangan pelaku Pendidikan. Banyak yang mendukung proses pembelajaran online, banyak pula yang menentangnya. Sikap kontra ini muncul sebab adanya pandangan bahwa sehebat apapun sebuah aplikasi tidak akan bisa menggantikan kehadiran guru di kelas. Siswa membutuhkan interaksi sosial secara langsung dengan guru dan siswa lain untuk menumbuhkan karakter positif dalam dirinya. Selain itu, sebuah aplikasi juga dipandang tidak mampu memuat semua hal yang diinginkan guru. Sistem pembelajaran online akhirnya dipandang belum tepat diterapkan di Indonesia, akan tetapi pembelajaran berbasis IT sudah lama diterapkan pada semua mata pelajaran.

Pada awal tahun 2020, khususnya setelah munculnya pandemi[2] covid-19 yang berasal dari kota Wuhan di China sejak November 2019, penerapan sistem pembelajaran online kembali menjadi pembicaraan publik di Indonesia. Hingga pada akhirnya, ketika masyarakat Indonesia pun tak luput dari paparan virus corona (covid-19), sejumlah sekolah dan perguruan tinggi menghentikan proses belajar mengajar (KBM) di kelas guna mencegah penyebaran virus corona.

Di tengah pandemi ini, Nadiem Makarim mengambil kebijakan agar Lembaga Pendidikan di wilayah pandemi memberlakukan pembelajaran online. Mengakui besarnya tantangan pembelajaran online di era pandemi covid-19 ini, Nadiem menuangkan arahannya dalam surat edaran resmi Mendikbud nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, pada 17 Maret 2020.

Gayung pun bersambut, seluruh instansi pendidikan dengan sigap mengadakan rapat terbatas untuk menentukan berbagai cara yang dapat ditempuh oleh instansi agar segala aktivitas pendidikan dapat berjalan lancar meskipun tanpa tatap muka. Hal ini tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk situasi dan kemampuan masing-masing dari seluruh stakeholder[3] instansi.

Di tingkat madrasah, kepala madrasah lantas mengundang semua wakil kepala dan wali kelas untuk membahas persiapan pembelajaran online sesuai dengan edaran dari Mendikbud tersebut. Para wali dipandang memiliki peranan yang cukup penting yang dapat dioptimalkan untuk mengoordinasi siswa di kelasnya selama pembelajaran online di era pandemi covid-19. Ada lima upaya yang dapat dilakukan oleh seorang wali kelas untuk menyukseskan pembelajaran online di kelasnya. Kelima upaya tersebut adalah sebagai berikut.

  • Mendata dan membuat grup media sosial kelas

Media sosial menjadi alat vital dalam menjalin komunikasi di era pandemi. Adanya pemberlakuan social distancing[4] dan physical distancing[5] membuat segala kegiatan orang berkumpul dilarang. Akhirnya, madrasah mewajibkan setiap wali kelas untuk mendata dan membuat grup media sosial, khususnya WhatsApp atau telegram untuk kelas masing-masing. Ini adalah perjuangan awal dari seorang wali kelas. Ia harus mendapatkan kontak dari seluruh siswa yang ada di kelasnya kemudian dikumpulkan menjadi satu. Tidak hanya grup siswa, tetapi juga grup orang tua siswa. Hal ini agar wali kelas dapat melaporkan dan menyampaikan perkembangan pembelajaran online siswa.

  • Belajar cepat berbagai aplikasi pembelajaran online

Wali kelas dengan segala keterbatasannya juga harus berupaya mempelajari berbagai aplikasi pembelajaran online yang ditawarkan dengan cepat. Sehari 24 jam serasa kurang bagi wali kelas untuk menguasai aplikasi tersebut. Sebut saja aplikasi google classroom, google form, email, dan e-learning madrasah. Satu per satu dibuka dan dipelajari secara otodidak dengan mencari sumber daring dari internet. Bagi wali kelas yang masih muda belia hal ini merupakan tantangan yang menyenangkan, tetapi bagi wali kelas yang sudah berusia lanjut, maka hal ini menjadi hal yang rumit untuk dilakukan.

  • Menjadi operator sekaligus tutor bagi siswa dalam penggunaan aplikasi pembelajaran online

Seorang wali kelas juga harus siap mengahadapi kenyataan bahwa work from home (WFH) membutuhkan waktu 24 jam, melebihi jam kerja secara offline. Setiap saat mereka berkomunikasi dengan siswa, bertindak sebagai seorang operator yang ramah untuk menjawab semua pertanyaan siswa, baik secara teknis penggunaan aplikasi maupun konten isi penugasan mata pelajaran (mapel). Secara teknis, seorang wali kelas harus mampu memberikan turorial cara penggunaan aplikasi hingga menemukan hal yang diinginkan atau diharapkan oleh guru mapel. Dengan kondisi skill dan gawai siswa yang beragam, hal ini tentu mempengaruhi proses pembelajaran daring siswa. Siswa yang cepat tanggap dan siswa yang lambat dalam merespon penugasan pun menjadi dilema tersendiri bagi wali kelas. Guru mapel yang memiliki skill untuk menyusun prosedur langkah kerja secara detil dan jelas menjadi hal yang sangat diharapkan oleh wali kelas untuk meringankan tugasnya.

  • Mengelola pembiasaan karakter dan life skill siswa secara online

Perjuangan keempat seorang wali kelas dimulai ketika pembiasaan karakter dan life skill siswa dibebankan pada mereka agar dapat dikelola secara berkesinambungan di grup kelas masing-masing. Pembiasaan karakter di luar mapel seperti pembiasaan ibadah, pembiasaan sosial, dan pembiasaan literasi menjadi satu paket instrumen pantauan pembiasaan karakter siswa yang harus dipantau setiap hari oleh wali kelas yang harus dilakukan secara online, yaitu melalui angket dalam google form. Siswa mengisi sendiri sedang guru memantau.

  • Merekap dan melaporkan hasil pembelajaran online siswa

Perjuangan masih harus terus dilakukan oleh seorang wali kelas selama pembelajaran online di kelasnya, yaitu membuat dan mengisi form rekapan pengumpulan penugasan siswa untuk seluruh kegiatan siswa setiap harinya sesuai jadwal pembelajaran online yang telah ditetapkan oleh kurikulum madrasah. Misal dengan memberikan tanda contreng pada penugasan yang terpenuhi dan memberi tanda silang merah pada penugasan yang belum terpenuhi. Wali berkewajiban untuk terus melakukan komunikasi dengan siswa maupun orang tua siswa yang masih belum mengumpulkan penugasan agar segera mengumpulkan tugasnya.

Wali kelas menjadi pejuang garda terdepan di bidang Pendidikan di era pandemi covid-19 ini. Mereka harus mengoptimalkan perannya selama 24 jam untuk memompa semangat siswa dalam menuntaskan semua penugasan sekaligus membimbing, merekap, dan pelaporkan proses pembelajaran online kelas mereka. Wali kelas yang rela untuk terus online sepanjang hari tentu lebih mempermudah dan menentramkan siswa dalam belajar dari rumah, wali yang demikian tentu berbanding lurus dengan peningkatan hasil belajar online siswa.

(Dimuat dalam buku Antologi Artikel yang berjudul “Teropong Pendidikan Masa Kini”, Penerbit: Askiya Publishing, Tahun 2020)


[1] Warga internet (citizen of the net), orang yang aktif terlibat dalam komunitas internet pada umumnya.

[2] Epidemi penyakit yang menyebar secara luas di berbagai wilayah, di berbagai benua, atau seluruh dunia.

[3] Para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu issu atau suatu hal.

[4] Pembatasan sosial, membatasi kunjungan atau berada di tempat ramai.

[5] Membatasi kontak langsung dengan orang lain, tidak bersentuhan secara fisik.

Comment Closed: Optimalisasi Peran Wali Kelas dalam Pembelajaran Online di Era Covid-19

Sorry, comment are closed for this post.