Bandung - Olimpiade Pancasila Nasional 2026 telah melahirkan pemenang yang berhasil meraih nilai tertinggi pada babak final. Ajang ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, wawasan, serta pemahaman mereka terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
"Persaingan pada babak final berlangsung sangat ketat. KHOIRUL MUALLIF berhasil menempati Juara 1 dan menempati posisi teratas dengan perolehan nilai tertinggi 198 dari total nilai 200. Hasil tersebut menunjukkan tingginya kemampuan dan kesiapan para peserta dalam mengikuti Olimpiade Pancasila Nasional 2026," ujar Waryanto, M.Pd., selaku Ketua Tim Juri.
Posisi Juara 2 diraih oleh MUHAMMAD FAKHRI TAUFIQ dengan nilai 197, disusul Shifa Mulia sebagai Juara 3 dengan nilai 196. Sementara itu, ZEANE LIVYA SYAHRUNISA berhasil meraih Juara Harapan 1 dengan nilai 195, dan Barri Al-Bukhori meraih Juara Harapan 2 dengan nilai 194. Selain Barri, terdapat enam peserta yang meraih nilai 194 dan ditetapkan sebagai Juara Harapan 2 yaitu MUAMAR DAFI FAHREZI, MUHAMMAD RADITHYA GHAISAN SYAKIR, MUJI WIJIYANTO, RASHQA ANDREAN FITRAH SULAEMAN, REZA RAHMAN ABDILLAH, dan SYIFA AULIYA NURWIDDATILLAH
Ketua Umum PP PIB, Deni Kurniawan As'ari, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi pada Olimpiade Pancasila Nasional 2026. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, semangat belajar, serta kesungguhan para peserta dalam memahami Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
“Selamat kepada para pemenang Olimpiade Pancasila Nasional 2026. Semoga prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Deni.
Ia juga berharap para pemenang tidak hanya menjadikan prestasi ini sebagai sebuah pencapaian dalam kompetisi, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai generasi penerus bangsa. Para juara diharapkan dapat menjadi Duta Pancasila yang mampu memberikan contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Menjadi Duta Pancasila berarti turut menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, mengedepankan gotong royong, menjunjung keadilan, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi karakter dalam diri para generasi muda Indonesia.
Olimpiade Pancasila Nasional 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kecintaan terhadap Pancasila. Prestasi yang diraih oleh para juara diharapkan dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.















